Apa itu jatuh cinta?. Sepertinya aku
belum pernah merasakannya.
Apa kau pernah melihatku jatuh cinta
atau kau sendiri pernah jatuh cinta?. Ah, jika aku benar-benar bertanya seperti
itu kepadamu mungkin kau hanya akan tertawa bahkan menyenandungkan lagu jatuh
cinta untuk mengejekku. Ya, kau yang belum pernah mengucapkan kata cinta
didepanku.
Setiap harinya, kau mengawali dengan
senyuman ketika aku membangunkanmu sebelum shubuh. Jam enam pagi, kau sudah
melakukan apa saja untuk membantuku hingga rutinitas pagi begitu santai
dilalui. Sarapan pagi siap, kakak dan adik sudah wangi, lantai rumah sudah
beraroma wipol, pakaian yang telah dicuci sudah tergantung rapi di jemuran, dan
sudah tidak ada dedaunan yg berserakan di halaman rumah.
Selanjutnya kita berempat jalan pagi
bersama. Kita membicarakan banyak hal di sepanjang jalan. Terkadang kau harus
berlari kencang mengejar kakak yg senang berlari, sedangkan aku tetap menemani
sang adik. Meskipun agenda jalan pagi ini selalu kita batasi dalam waktu 20
menit, namun itu cukup menjadi sumber energiku menjalani rutinitas selanjutnya.
Ya, dan sepagi itu aku sudah tidak
memerlukan lagi kata cinta darimu. Apalah arti kata cinta jika hanya membuat
hatiku berbunga dan pipiku bersemu merah dalam sepuluh menit. Aku tak
sungguh-sungguh ingin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar