Rabu, 24 Februari 2016

Sweet November


Apa itu jatuh cinta?. Sepertinya aku belum pernah merasakannya.
Apa kau pernah melihatku jatuh cinta atau kau sendiri pernah jatuh cinta?. Ah, jika aku benar-benar bertanya seperti itu kepadamu mungkin kau hanya akan tertawa bahkan menyenandungkan lagu jatuh cinta untuk mengejekku. Ya, kau yang belum pernah mengucapkan kata cinta didepanku.
Setiap harinya, kau mengawali dengan senyuman ketika aku membangunkanmu sebelum shubuh. Jam enam pagi, kau sudah melakukan apa saja untuk membantuku hingga rutinitas pagi begitu santai dilalui. Sarapan pagi siap, kakak dan adik sudah wangi, lantai rumah sudah beraroma wipol, pakaian yang telah dicuci sudah tergantung rapi di jemuran, dan sudah tidak ada dedaunan yg berserakan di halaman rumah.
Selanjutnya kita berempat jalan pagi bersama. Kita membicarakan banyak hal di sepanjang jalan. Terkadang kau harus berlari kencang mengejar kakak yg senang berlari, sedangkan aku tetap menemani sang adik. Meskipun agenda jalan pagi ini selalu kita batasi dalam waktu 20 menit, namun itu cukup menjadi sumber energiku menjalani rutinitas selanjutnya.
Ya, dan sepagi itu aku sudah tidak memerlukan lagi kata cinta darimu. Apalah arti kata cinta jika hanya membuat hatiku berbunga dan pipiku bersemu merah dalam sepuluh menit. Aku tak sungguh-sungguh ingin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar