Mengiringi kumandang
adzan shubuh, suara tangisan bayi menggema di ruang persalinan klinik bidan
desa. Seluruh penghuni ruangan itu pun tersenyum lega dan bahagia, setelah
ketegangan yang terjadi selama hampir dua jam.
Hari itu, Papa dan Mama pun pulang
bersama buah hati tercinta, anggota keluarga yang ditunggu-tunggu sejak Papa
dan Mama menikah empat tahun yang lalu. Sejak hari itu semua perhatian Papa dan
Mama tercurah penuh untuk sang buah hati, segala yang terbaik mereka berikan
untuknya.
Empat bulan sejak hari
itu, Papa dan Mama tetap memusatkan perhatian pada sang buah hati. Namun
kondisi sang buah hati sering sakit-sakitan, kadang batuk pilek, demam dua
hari, dan yang terbaru ini diare melanda si kecil. Setiap si kecil terlihat
gejala sakit, Papa dan Mama bergegas membawanya ke dokter spesialis anak dan
pulang ke rumah dengan membawa sekantong obat. Ya, sekantong obat yang harus
diminumkan untuk si kecil. Bagi Papa dan Mama apapun yang dikatakan dokter
adalah kebenaran mutlak dan harus mereka ikuti sepenuhnya, meskipun harus
dengan memaksa si kecil dan merenggut tawanya.
Delapan bulan sejak hari itu, si kecil
yang tumbuh perlahan masih sering sakit-sakitan. Nafsu makannya pun sedikit.
Mama mulai sering mengeluh di depan si kecil. “Nak, ayo dong nak makannya yang
bagus, lahap, banyak, supaya cepat tumbuh besar, tidak sering sakit-sakitan.
Kenapa sih nak sering sakit?..” Itu keluhan yang sering Mama ucapkan ketika si
kecil sudah menghentikan acara makannya. Si kecil pun kadang hanya tersenyum
mendengar keluhan Mama.
Dua tahun sejak hari
itu, si kecil masih tumbuh perlahan. Badannya terlihat mungil diantara
anak-anak seusianya. Nafsu makannya masih sedikit dan masih sering
sakit-sakitan. Tiga bulan kemarin si kecil harus dirawat inap selama sepekan di
rumah sakit karena terserang diare akut, dan hari ini si kecil baru saja pulang
dari rumah sakit setelah opname selama sepuluh hari karena terserang bakteri
salmonella thypoi. Mama pun masih sering mengeluh di depan si kecil, “Nak,
jangan sering sakit-sakitan ya. Mama sedih kalau adik sering sakit begini.” Si
kecil kadang tersenyum dan berlari meninggalkan Mama setiap mendengar keluhan
Mama.
Lima tahun sejak hari
itu, si kecil sudah duduk di bangku taman kanak-kanak, senang bermain bersama
teman-temannya. Ia paling senang menggambar dan mewarnai, hasilnya pun cukup
memuaskan, pernah beberapa kali menjuarai perlombaan melukis, namun masih tetap
sering sakit-sakitan. Pekan kemarin si kecil baru saja pulang dari rumah sakit
setelah opname selama dua pekan karena terserang virus demam berdarah dengue.
Dan Mama tetap sering mengeluh di depan si kecil, “Nak, jaga kesehatan ya,
hati-hati kalau main diluar, supaya tidak mudah sakit. Banyak makan, jangan
sakit-sakit lagi ya.” Si kecil tetap menekuni kertas gambarnya ketika Mama
mengeluh sambil menyuapinya.
-------
Mama, sejak aku dilahirkan dari rahim
Mama, aku bersyukur dan sangat bahagia, memiliki Papa dan Mama yang sangat
mencintai dan menyayangiku dengan tulus. Papa yang selalu menggendongku setiap
pulang kerja, padahal aku tahu bahwa Papa pasti sudah sangat lelah bekerja di
luar sana. Aku bahagia melihat senyum dan canda Papa. Mama yang selalu berada
di sampingku dua puluh empat jam penuh, dengan penuh kasih sayang menyusuiku,
menidurkanku, membacakan dongeng, membersihkan badanku, menjaga asupanku, dan
masih banyak hal lain yang engkau lakukan dengan tulus padaku Ma.
Ada satu hal yang ingin kusampaikan Ma,
aku tidak tahu bagaimana penyakit-penyakit itu datang ke tubuhku, aku hanya
mulai merasa badanku tidak nyaman, aku sangat takut setiap Mama membawaku pergi
ke dokter, aku tidak suka minum obat-obat yang tidak enak itu, dan aku pun
tidak mengerti setiap keluhan yang Mama sampaikan kepadaku. Aku tidak tahu
bagaimana caranya menjaga kesehatan tubuhku. Yang aku tahu Ma, Mama adalah
orang yang terbaik, yang Allah ciptakan sebaik-baiknya untukku. Mungkin Allah
sedang ingin menegur Mama melaluiku, aku adalah amanah dari Allah untuk Mama.
Sampai saatnya aku tahu bagaimana menjaga kesehatan ini, jaga aku baik-baik ya
Ma, aku sayang Mama, aku ingin selalu sehat dan membuatmu tersenyum Ma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar