Kisah ini berasal dari sebuah rumah
petak berukuran lima kali tujuh meter di salah satu kota besar di Indonesia.
Ghani namanya, seorang laki-laki desa dengan perawakannya yang santun dan
sangat mencintai istri satu-satunya. Ia kini terdampar dalam profesi seorang
guru demi meneruskan perjuangan ayahnya. Namun, bukan menjadi seorang guru lah
cita-cita Ghani, melainkan seorang programmer. Saat ini, sambil terus merajut
cita-citanya, ia tetap bertanggungjawab pada profesi gurunya, juga pada
keluarga kecilnya.
Selasa, 05 April 2016
Senin, 04 April 2016
Menjadi Santri Baru di Darul Arqam
![]() |
| Darul Arqam in my memory |
Enam tahun di Darul
Arqam (DA) bagi saya itu merupakan salah satu fase hidup. Ketika baru masuk
menjadi santri baru, saya berpikir sepertinya saya akan menjalani sisa hidup
hanya di pondok tersebut (padahal saat itu masih berusia 11 tahun). Tapi
pikiran tersebut menjadi penyesalan di tahun terakhir saya di DA, karena justru
enam tahun saya di pondok bukan menjalani sisa hidup namun masa karantina (ini
bahasa saya). Sejauh mana seorang alumni DA menjadi “orang” kemungkinan besar
dipengaruhi oleh enam tahun masa karantina tersebut. Pernah saya mencoba
mencari foto saya saat sebelum masuk DA dan setelah lulus dari DA, saya sangat
yakin bahwa hal yang membentuk diri saya sehingga berbentuk seperti saat ini yaitu
karena kehidupan masa karantina tersebut. Coba teman-teman melakukan hal
seperti itu bahkan sampai identifikasi diri mulai dari hal yang kecil, seperti
makanan kesukaan dan yang tidak disukai.
Langganan:
Komentar (Atom)
